Haris Media official website | Members area : Register | Sign in
Image and video hosting by TinyPic

.

.

~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)
.

~*0*~
Berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu, Singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan, Yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu, Karena aku adalah sang inovator...! (anonim)
.
Image and video hosting by TinyPic
.
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Hubungi Kami

Senin, 28 September 2015

Kontak Kami



Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran (STAISPA)

 Jl. Kaliurang Km. 12.5, Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581.

Telp. (0274) 4543912/4543913 Fax. (0274) 880857

Fasilitas

Fasilitas Perpustakaan STAISPA


Ø Koneksi internet broadband Unlimted (2 Mbps)
Ø Jaringan yang stabil, dengan Acces Point di Perpustakaan (dengan nama IAIIG INSIDE)
Ø Komputer untuk fasilitas absensi (visitor list)
Ø Komputer untuk fasilitas penelusuran (OPAC)
Ø Fasilitas otomasi absensi menggunakan barcode omni bi-directional
Ø Fasilitas pendukung sirkulasi udara agar tercipta iklim membaca yang kondusif
Ø Ruang digital client dan full AC untuk penelusuran digital library dan multimedia


Struktur Organisasi

Struktur Perpustakaan STAISPA


Kepala Perpustakaan
Biro Pengembangan
Administrasi
Layanan Pengguna
Layanan Teknis
Layanan Teknologi dan Informasi
Layanan Umum


Staff Perpustakaan

Staff Perpustakaan
Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran (STAISPA)




Visi dan Misi

Visi dan Misi Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran (STAISPA)

VISI

Visi yang di bangun perpustakaan adalah menjadi pusat informasi penelitian dan pendidikan di bidang ilmu, agama dan budaya.

MISI

Adapun  misi  yang  diemban  adalah  menyediakan tiga bidang sumber informasi yaitu bidang keilmuan, bidang keagamaan dan bidang kebudayaan guna mendukung pendidikan penelitian serta pengabdian pada masyarakat.

Librarry Tester

Selasa, 08 September 2015


Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak
buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

Daftar isi  [sembunyikan]
1 Peran Perpustakaan
2 Tujuan perpustakaan
3 Periodisasi perpustakaan Indonesia
4 Fungsi perpustakaan nasional
5 Hubungan perpustakaan dengan bacaan
6 Model pelayanan perpustakaan
7 Referensi
8 Pranala luar
Peran Perpustakaan[sunting | sunting sumber]
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]

Tujuan perpustakaan[sunting | sunting sumber]
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:

Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan
Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik
Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa
Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]
Periodisasi perpustakaan Indonesia[sunting | sunting sumber]
Perpustakaan merupakan perantara masyarakat. oleh karena itu, perkembangan perpustakaan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat tercermin dalam sejarah masyarakat, kadang-kadang dalam sejarah negara. Dengan demikian,sejarah perpustakaan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periode berikut :

Zaman kerajaan lokal
Zaman kerajaan Islam
Zaman Hindia Belanda
Zaman Jepang
Periode pasca 1945, acapkali dibagi lagi menjadi :
Periode 1945-1959
Periode 1959-1965
Periode 1965- sekarang
Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah RI mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama taman perpustakaan rakjat ke seluruh indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula.mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu, kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang.[3]

Fungsi perpustakaan nasional[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan ketentuan peraturan tahun 1980, maka tugas pokok Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah menyelenggarakan pengumpulan, penyimpanan, serta pelestarian terbitan Indonesia sebagai khazanah kebudayaan serta menjamin pemeliharaan terbitan Indonesia. Untuk melaksanakan tugas tersebut, cakupan fugsi perpustakaan nasional adalah sebagai berikut :

Mengumpulkan, mengatur, dan menyediakan hasil karya tulisan yang di terbitkan di Indonesia.
Menjadi perpustakan deposit dari terbitan indonesia, baik terbitan pemerintah maupun swasta.
Mengumpulkan, mengatur, dan menyediakan terbitan PBB dan negara lain, khususnya dari kawasan ASEAN.
Menentukan standar dari sistem, organisasi, pelayanan, dan mutu koleksi perpustakaan di Indonesia.
Menyelenggarakan kursus tingkat nasional bagi pegawai perpustakaan.
Memprakarsai kerjasama dengan lembaga di luar negri, misalnya dalam pertukaran publikasi, peminjaman antar perpustakaan, penyusun bibliografi, dan pembuatan microfilm.
Menyusun dan menerbitkan bibliografi nasional.
Dan menyusun catalog induk.[4]
Hubungan perpustakaan dengan bacaan[sunting | sunting sumber]
Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan . Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau book material dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa non-book material seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.[5]

Model pelayanan perpustakaan[sunting | sunting sumber]
Ada empat model pelayanan perpustakaan:

Koleksi perpustakaan ada pada kampus cabang.
Berpusat pada layanan pinjam antar perpustakaan, resource sharing, dan mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan afiliasi.
Pengiriman materi dari instuasi induk kepada para mahasiswa
Berhubungan dengan penggunaan teknologi untuk mengakses sumber-sumber informasi elektronik.[6]
Referensi[sunting | sunting sumber]
^ Sinaga, Dian Mengelola Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007) hlm. 15
^ Muchyidin, Suherlan. Mihardja, Iwa D Sasmita Perpustakaan (Bandung: PT Puri Pustaka 2008) hlm 41,42
^ Sulistyo. Basuki Periodisasi Perpustakaan Indonesia (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 6,7
^ Sulistyo. Basuki Periodisasi Perpustakaan Indonesia (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994)hlm. 24
^ Sumpeno, Wahyudin Perpustakaan Mesjid (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 8
^ Buxbaum, ahari Library Services (Jakarta: Murni Kencana 2004) Hlm. 12
Casson, Lionel. Libraries in the Ancient World. New Haven, Connecticut: Yale University Press, 2001.
Lerner, Fred. The Story of Libraries: From the Invention of Writing to the Computer Ages. New York: The Continuum Publishing Company, 1998.
McCabe, Gerard B.; Kennedy, James R. (2003) "Planning for the modern public library building", Libraries Unlimited, ISBN 0-313-32155-8